Deteksi Dini Leptospirosis dengan Survei Tikus di Kota Kupang

Deteksi Dini Leptospirosis dengan Survei Tikus di Kota Kupang

KUPANG, Mengambil bagian dalam pengendalian penyakit Leptospirosis yang diselenggarakan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya, KKP Kelas II Kupang ikut dalam kegiatan Deteksi Dini Penyakit Leptospirosis yang di laksanakan di Kelurahan Fatubesi dan Kelurahan Oesapa Kota Kupang. 

Tidak hanya KKP kelas II Kupang, Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 18 - 20 Oktober ini juga diikuti oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang, Puskesmas Pasir Panjang, Puskesmas Oesapa beserta staff dari Kelurahan Fatubesi dan Oesapa.

Hari pertama dilaksanakan koordinasi kegiatan dilanjutkan dengan On the Job Training pemasangan perangkap tikus dilanjutkan dengan pemasangan trap. Sebanyak 10 perangkap dipasang di beberapa titik di kelurahan Oesapa dan Kelurahan Fatubesi. Sekitar 6 ekor tikus di panen di hari pertama dan 10 tikus di hari kedua.

Tikus hasil tangkapan kemudian di bedah untuk diambil ginjalnya. Ginjal tikus nantinya akan diperiksa dengan metode PCR di Laboratorium P2P BBTKLPP Surabaya. Tujuannya untuk mendeteksi keberadaan bakteri Leptospira pada tikus. 

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko penularan Leptospirosis di wilayah Nusa Tenggara Timur khususnya Kota Kupang (KKPKUPANG).

 


Beri Komentar