Oecusse – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kupang melalui Wilayah Kerja PLBN Wini dan PLBN Motaain menghadiri undangan Peringatan Hari Ulang Tahun Bea Cukai Timor Leste ke-26 yang diselenggarakan di Distrik Oecusse, Republik Demokratik Timor Leste. Kegiatan ini dihadiri bersama unsur CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security) dari PLBN Motaain dan PLBN Wini pada tanggal 28 Januari 2026.
Kehadiran BKK Kelas I Kupang dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan partisipasi aktif dalam memperkuat hubungan kerja sama lintas batas negara, khususnya antara Indonesia dan Timor Leste, dalam rangka pengelolaan perbatasan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Mempererat Sinergi CIQS Lintas Negara
Peringatan HUT Bea Cukai Timor Leste ke-26 menjadi momentum penting bagi seluruh instansi CIQS kedua negara untuk mempererat koordinasi dan komunikasi, terutama dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pelayanan di wilayah perbatasan. Sinergi antarinstansi ini memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran arus barang dan orang, serta dalam upaya pencegahan berbagai risiko, termasuk risiko kesehatan lintas negara.
Sebagai bagian dari unsur karantina kesehatan, BKK Kelas I Kupang terus berkomitmen mendukung kerja sama bilateral melalui pendekatan kolaboratif dengan mitra lintas sektor, baik di dalam negeri maupun dengan instansi terkait di Timor Leste.
Komitmen Bersama Pengelolaan Perbatasan yang Aman dan Sehat
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, BKK Kelas I Kupang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran karantina kesehatan di pintu masuk negara, khususnya di wilayah PLBN Wini dan PLBN Motaain. Kehadiran BKK Kupang bersama unsur CIQS lainnya mencerminkan semangat kebersamaan dalam mewujudkan pengelolaan perbatasan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga menjamin perlindungan kesehatan masyarakat di kedua negara.
Peringatan HUT Bea Cukai Timor Leste ke-26 ini diharapkan semakin memperkokoh hubungan kerja sama lintas batas Indonesia–Timor Leste, serta menjadi landasan yang kuat bagi peningkatan pelayanan dan pengawasan terpadu di kawasan perbatasan.
