Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kupang melaksanakan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan terhadap para delegasi Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Bandara El Tari Kupang. Pemeriksaan dilakukan selama empat hari, sejak 11 hingga 14 November 2025, sebagai bentuk dukungan BKK dalam menjamin keamanan kesehatan para tamu negara selama kegiatan berlangsung.
IPACS 2025 merupakan agenda internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai upaya memperkuat kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan negara-negara kawasan Pasifik.
59 Delegasi Negara Pasifik dan 23 Peserta Dalam Negeri Dinyatakan Sehat
Dalam pelaksanaan pengawasan kesehatan di pintu masuk Bandara El Tari Kupang, BKK Kelas I Kupang memeriksa:
-
59 Delegasi dari 16 Negara Pasifik, yaitu:
Timor Leste, Papua New Guinea, Tonga, New Caledonia, Solomon Islands, Vanuatu, Fiji, Palau, Tuvalu, Kiribati, Nauru, Marshall Islands, serta beberapa negara pasifik lain yang hadir dalam rangkaian kegiatan. -
23 Delegasi dalam negeri, terdiri dari perwakilan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, think tank, serta komunitas budaya dari wilayah Indonesia timur.
Seluruh delegasi menjalani pemeriksaan faktor risiko kesehatan sesuai standar kekarantinaan, meliputi pengecekan suhu tubuh, observasi gejala penyakit menular, dan verifikasi dokumen kesehatan.
Hasilnya: seluruh delegasi dinyatakan SEHAT dan tidak ditemukan faktor risiko penyakit menular.
Bagian dari Tanggung Jawab Negara Menjamin Keamanan Tamu Internasional
Pelaksanaan pengawasan ini merupakan tindak lanjut atas:
Surat Kementerian Kebudayaan
Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan
Nomor: 1038/M4/KB.03/2025
Tentang Permohonan Dukungan IPACS 2025
Sebagai negara tuan rumah, Indonesia berkewajiban memastikan seluruh tamu negara berada dalam kondisi aman, nyaman, dan terlindungi dari risiko penyakit menular selama berada di wilayah Indonesia.
Melalui BKK Kelas I Kupang, pemerintah memastikan bahwa standar keamanan kesehatan internasional diterapkan sejak kedatangan tamu negara di pintu masuk bandara.
Tentang Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025
IPACS 2025 adalah program kerja sama kebudayaan yang mempertemukan delegasi pemerintah, lembaga kebudayaan, akademisi, institusi kajian strategis, serta pelaku budaya dari 16 negara pasifik.
Kegiatan ini bertujuan:
-
memperkuat jejaring diplomasi budaya,
-
mempromosikan keberagaman budaya Indonesia dan Pasifik,
-
mendorong kerja sama lintas negara di bidang kebudayaan,
-
serta menghadirkan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, dan pelaku seni Indonesia timur.
Dukungan BKK Kupang dalam Kelancaran Agenda Internasional
Melalui keterlibatan aktif dalam pengawasan delegasi IPACS 2025, BKK Kelas I Kupang menunjukkan komitmen dalam:
-
menjaga keamanan kesehatan masyarakat,
-
memastikan kegiatan internasional berjalan lancar,
-
dan memperkuat kepercayaan dunia terhadap penyelenggaraan event berskala global di Nusa Tenggara Timur.
BKK Kelas I Kupang akan terus mendukung setiap kegiatan nasional dan internasional yang membutuhkan peran kekarantinaan kesehatan sebagai bagian dari sistem pertahanan kesehatan negara.
